Kesalahan Umum dalam Metode Penelitian PAK yang Perlu Dihindari Mahasiswa

Kesalahan Umum dalam Metode Penelitian Pendidikan Agama Kristen yang Perlu Dihindari Mahasiswa

PENDAHULUAN


Pengalaman membimbing kepada mahasiswa dalam penulisan skripsi, tesis, di bidang Teologi maupun Pendidikan Agama Kristen (PAK), persoalan metodologi penelitian sering menjadi hambatan utama bagi mahasiswa. Berdasarkan pengalaman pendampingan akademik, banyak mahasiswa sebenarnya telah memiliki topik yang relevan, namun kesulitan mengembangkan penelitian secara metodologis dan sistematis. Kesalahan-kesalahan metodologis ini tidak jarang berdampak pada rendahnya kualitas analisis dan ketidakkonsistenan antara tujuan, metode, dan hasil penelitian. Penulis menguls dalam artikel ini beberapa kesalahan umum dalam metode penelitian Pendidikan Agama Kristen yang sering ditemui pada mahasiswa, sekaligus memberikan refleksi akademik agar kesalahan tersebut dapat dihindari sejak awal.

1. Tidak Menyesuaikan Metode dengan Karakter Pendidikan Agama Kristen.

Kesalahan paling mendasar adalah memilih metode penelitian tanpa mempertimbangkan karakter khas Pendidikan Agama Kristen. PAK tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi iman, nilai, dan pembentukan karakter. Ketika mahasiswa menggunakan pendekatan kuantitatif atau instrumen statistik tanpa landasan teologis dan pedagogis yang memadai, penelitian cenderung kehilangan kedalaman makna. Metode penelitian seharusnya dipilih berdasarkan tujuan dan konteks pendidikan iman yang diteliti, bukan semata-mata karena kemudahan teknis.
2. Mencampuradukkan Jenis Penelitian tanpa Dasar Metodologis

Kesalahan lain yang sering muncul adalah pencampuran metode penelitian secara tidak terarah, misalnya menggabungkan penelitian kualitatif dengan kuantitatif tanpa penjelasan metodologis yang jelas. Dalam penelitian PAK, pendekatan kualitatif sering digunakan untuk menggali makna dan pengalaman iman, sehingga konsistensi metode menjadi sangat penting. Tanpa pemahaman metodologis yang matang, pencampuran metode justru melemahkan keabsahan penelitian.

3. Analisis Data yang Bersifat Deskriptif Saja

Banyak penelitian Pendidikan Agama Kristen berhenti pada tahap deskripsi data, seperti merangkum hasil wawancara atau observasi tanpa analisis yang mendalam. Padahal, penelitian kualitatif menuntut peneliti untuk melakukan interpretasi, kategorisasi, dan refleksi kritis terhadap data. Analisis data dalam penelitian PAK seharusnya mengaitkan temuan empiris dengan kerangka teoretis dan perspektif teologis yang relevan.

4. Penggunaan AI Tanpa Refleksi Metodologis

Di era Artificial Intelligence, mahasiswa semakin sering menggunakan AI untuk membantu penelitian, mulai dari transkripsi hingga peringkasan data. Namun, kesalahan muncul ketika AI dijadikan pengganti proses analisis dan refleksi peneliti. Penggunaan AI tanpa kesadaran metodologis berpotensi mengurangi kedalaman penelitian dan melanggar etika akademik.
Dalam penelitian Pendidikan Agama Kristen, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu teknis, bukan sebagai penentu makna dan kesimpulan.

Baca juga: Metode Penelitian Pendidikan Agama Kristen: Pendekatan Akademik, Kontekstual, dan Relevan di Era

5. Lemahnya Keterkaitan antara Metodologi dan Tujuan Penelitian.

Kesalahan terakhir yang umum terjadi adalah ketidaksinambungan antara tujuan penelitian, rumusan masalah, dan metode yang digunakan. Penelitian PAK yang baik menuntut keterpaduan antara ketiga unsur tersebut agar hasil penelitian benar-benar menjawab persoalan pendidikan iman yang diteliti. Kejelasan metodologi akan membantu mahasiswa menyusun penelitian yang koheren dan bertanggung jawab secara akademik.

KESIMPULAN


Memahami kesalahan umum dalam metode penelitian Pendidikan Agama Kristen merupakan langkah awal untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa. Metodologi penelitian bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana refleksi kritis terhadap praktik pendidikan iman Kristen. Dengan pendekatan metodologis yang tepat, penelitian PAK dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, gereja, dan masyarakat.

Posting Komentar untuk "Kesalahan Umum dalam Metode Penelitian PAK yang Perlu Dihindari Mahasiswa"